Tips mendidik anak (Buah pemikiran)

Tips mendidik anak

No game please

Jangan memperkenalkan anak dengan game, maupun film televisi yang tidak mendidik, bila berdalih buat kesenangan anak, ya..anak kita akan sangat senang bila sedang bermain game, tapi kesenangan tersebut bersifat pribadi / personal / sendiri / egois, dan ia akan mengorbankan interaksi dengan sesamanya (alias bergaul) demi game

bayangkan bila dia bermain game 3 jam atau menonton selama ini, berarti anak tersebut kehilangan waktu tersebut untuk ngobrol dengan keluarganya atau teman sepermainnya, walhasil anak cenderung menjadi seorang yang apatis, kurang ramah (krn jarang berteman) dan akan hidup dalam dunia game nya sendiri, tidak jarang seorang anak akan lupa waktu sehingga menelantarkan pelajarannya, hal ini akan membawa kepada nilai pendidikan yang menurun. Selain hal diatas, dalam game banyak yang mengandung unsur kekerasan, pembunuhan, sadisme, pornografi dan hal lainnya, sekiranya hal tersebut berdampak kurang baik bagi perkembangan mental anak
solusi :
CEGAHLAH dari sedini mungkin, bila kita punya kemauan, semua pasti ada jalan, jangan sampai anak anda menjadi anak ‘pecandu’ game, yang ketika remaja setiap malam bergadang ke warnet hanya untuk perang online yang tidak ada maknanya dalam hidup sebenarnya

BOLEH main game, ASAL Atur waktu bermain game hanya bila sudah mengerjakan PR atau kalau mau lebih ketat, main game hanya sabtu minggu dan hari libur, itupun jangan sampai melupakan makan dan minum

Sebagai orang tua, tidak boleh ‘buta’ dalam perkembangan game yang dimainkan oleh anak kita, lihatlah apakah game yang dimainkan tersebut sesuai dengan usianya, atau bisa saja game tersebut khusus dewasa dan kita mengabaikannya

Lebih baik waktu untuk game dikonversi dengan game yang berhubungan dengan masyarakat / pertemanan, misal kasti, sepak bola, kelompok belajar bersama, anak pun menjadi seorang yang mudah bergaul dan bersahabat

Jangan menaruh komputer, televisi, playstation di dalam kamar, sehingga anak tidak dapat diawasi

Perbanyak waktu bertamasya bersama keluarga, jadikan hal tersebut perjalanan yang menyenangkan buat sang anak, jadikan momen tersebut untuk saling berbagi bersama sang anak, jangan jadikan tamasya hanya sebagai ‘kewajiban’ kita menyenangkan anak, tapi jadikan tamasya tersebut bermakna spesial dan dikenang seumur hidup oleh sang anak, jadi jangan bawa anak anda ke mall dan anda berbelanja sendiri sampai sampai anak bosan dan minta pulang…ajaklah anak anda ke tempat bermain yang menyenangkan

Tidak memperkenalkan hal hal berbau misteri

Seorang anak takut akan namanya kematian, jadi jauhkan anak dari hal hal berbau misteri dan kematian, bahkan sangat salah bila kita menakut-nakutinya dengan hal hal tersebut
Solusi :
Bukan ditakut takuti tetapi yang perlu ditanamkan adalah pengertian mengenai dunia misteri tersebut, jadikan segala sesuatu jelas antara dunia logika dan dunia supralogika.
Jelaskan bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna dan paling tinggi derajatnya dimata sang Pencipta
—–
Saya menulis seperti ini karena saya adalah ‘korban’ game, saya dibesarkan dengan game menguasai hidup saya, main game online di warnet sampai pulang malam bahkan tidak pulang, lupa makan, minum bahkan menunda nunda untuk BAK dan BAB, haha, saya ingat memori tersebut, berat badan saya waktu itu tidak sampai 60 kg, padahal saya terbilang jangkung, tubuh menjadi kurus dan mata berkantung gelap, tetapi untungnya saya tidak merokok sehingga bibir dan gigi tidak melongo hitam

Memang menyenangkan pada awalnya bermain dalam ‘dunia maya’, punya komunitas, punya hobi yang ‘ekslusif’ tetapi ketika usia semakin bertambah, dan menikah pada akhirnya, saya baru menyadari bahwa kehidupan sebagai seorang pecandu game adalah tidak baik, perlu waktu beberapa tahun buat istri saya ‘mengembalikan’ pikiran fantasia saya menjadi seorang yang realistik, seorang yang dihadapkan oleh dunia sebenarnya, dimana pergaulan, koneksi, kerja dan rumah tangga ada di depan mata, dan hal tersebut tidak bisa dianggap sepele

Cara berpikir, cara mengatasi masalah, problem solving menjadi hal lumrah setiap harinya, tidak boleh sedikitpun cara kekanak kanakan, atau cara ‘game’ yang serba mudah, serba ‘load’ dan ‘save’ bisa kita lakukan sembarangan

Pilihan serba pilihan mengandung konsekuensi yang harus dipikirkan matang matang, kita tidak bisa egois, harus bekerjasama dengan pasangan bila ingin mengambil keputusan yang sulit. dan satu lagi, kita tidak boleh plin plan dalam mengambil keputusan apapun akibatnya

Tetapi walaupun dunia realistik saya jalani bukan berarti saya meninggalkan kemampuan fantasia saya, tetapi pikiran tersebut bergeser menjadi hobi, bukan dunia utama saya, bukan dominator otak saya seperti dulu, hobi yang bisa kita kembangkan sesuka hati, contohnya seperti saya yang menyalurkan hobi dalam bentuk menulis novel atau mungkin juga mengisi blog ini

Mengenai misteri, saya punya pengalaman buruk ketika masih kecil, saya takut dengan namanya kematian, setan maupun hantu. Memang orang tua saya tidak menakut nakuti saya dengan hal hal tersebut, tetapi saya mendapatkannya dari televisi, ketika usia saya 7 tahun, saya sering nonton film setan tengah malam, tanpa orang tua disamping saya, dimana kepala tanpa tubuh, pembunuhan sadis terlihat di depan mata saya dengan televisi besar. Kakak saya lebih memilih untuk mengumpat di balik selimut, tapi bagi saya, gambaran demi gambaran masih tegas di mata saya, karena saya memilih untuk ‘penasaran’ melihatnya. Walhasil ketika usiaku beranjak, ada ketakutan sendiri yang muncul dari dalam diri, ketika melihat kolong ranjang atau melihat tempat gelap, saya pasti berhalusinasi melihat potongan kepala atau tubuh (ingat film grudge / ju-on)
Tapi seiring dengan bertambahnya umur, memang hal ‘ngeri’ tersebut akan hilang sendiri, karena saya akhirnya mengetahui bahwa dibalik film setan yang angker, mereka tertawa tawa sambil minum kopi dengan sutradaranya, meramu cerita bagaimana supaya lebih seram dengan darah buatan yang dimuncratkan berlebihan, bahkan setelah belajar kedokteran, saya kehilangan minat untuk menonton film setan atau sadis, karena kadang kematian tidak rasional secara kedokteran

Jadi kesimpulannya
Semua orang belajar dari sejarah atau pengalaman hidupnya, dan berkeinginan untuk diterapkan untuk generasi berikutnya, saya berharap kelak dengan berbagi dalam tulisan blog ini, bisa membuat para orang tua berpikir dua kali untuk memperkenalkan anak dengan play station, game komputer online, sinetron drama tidak mendidik, film setan.

One thought on “Tips mendidik anak (Buah pemikiran)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s