Konsep sejarah (Buah pemikiran)

Apakah yang terlintas di pikiranku ketika mendengar kata itu, kadang aku ingat, kadang terlupakan, apa makna sejarah itu sendiri?

Apakah yang terlintas di pikiranku ketika mendengar kata itu, kadang aku ingat, kadang terlupakan, apa makna sejarah itu sendiri? sulit dilukis dengan kata kata mutiara, mungkin hanya satu kalimat ini yang sering terucap ” peradaban yang tidak menghargai sejarah, akan mengulangi kesalahan yang sama berulang ulang dalam kehidupannya” ya mungkin cocok, tapi apa mudah untuk dimengerti oleh banyak orang. Semalam istriku bertanya apakah pernah sewaktu kecil aku disuruh membuat kliping?, ya aku menjawab spontan, aku ingat masa itu, masa dimana guru guru kami memaksakan kehendaknya untuk membuat kliping sesuai tema yang belum tentu kita minati, tapi sekarang berbeda, ketika usiaku beranjak tua, aku sendiri yang menyukai membuat kliping pribadi, setiap artikel koran atau majalah yang menurutku bagus, pasti aku menguntingnya dan menyimpannya..ya, aku suka karena ketika membuat kliping, kliping tersebut sesuai dengan minat dalam diri kita sendiri. Tiba tiba aku bertanya, pernahkah guru kita sewaktu kecil  pernah membebaskan kita untuk membuat kliping apa saja? kliping apapun yang menjadi minat sang anak didik? pernah? tidak pernah mungkin jawabannya..Andaikata aku sekarang menjadi guru, aku ingin sekali membebaskan anak didikku membuat kliping tanpa keterpaksaan, dan untuk memacu minat anak, aku akan memberikan reward untuk 10 anak yang lebih dahulu mengumpulkan kliping tersebut. Setelah itu aku akan tersenyum sendiri melihat kliping anak anak yang tanpa judul tersebut, aku tertarik sekali dengan minat apa sih yang dimiliki oleh anak anak sewaktu kecil. Game? Ya sok aja, asal dia mampu mengulas hal tersebut dengan fasih, bola? fashion? sepatu? lipstik? terserah, yang penting anak didik kita berusaha menggali sesuatu berdasarkan minat, bukan berdasarkan keterpaksaan. tak perduli berapa tebal halaman yang ingin dibuat, tidak masalah bagiku
Nah kali ini berhubungan dengan sejarah, kalau saja aku menjadi guru sejarah, apa yang dapat membuat seorang berniat belajar sejarah? bahkan istriku sendiri berkata sewaktu kecil, untuk apa belajar sejarah, apa yang sudah berlalu biarkanlah berlalu, atau ada anggapan yang mengatakan untuk apa belajar sejarah, toh sejarah yang tercantum dalam buku teks belum tentu benar (mungkin saja dimanipulasi krn politik)..hem, ya bolehlah masing masing orang berpendapat seperti itu, toh tidak baik menjudge seseorang. tidak semua individu diberikan keterbukaan terhadap berbagai minat, contohnya seperti saya yang sangat tidak menyukai pelajaran PPKN, toh terbukti ketika saya kerja tidak kepakai sama sekali
Nah, kembali ke topik, ketika kelas dibuka, aku akan memperkenalkan apa itu sejarah dengan mengajak kelas menelisik sendiri apa itu sejarah, caranya ya dari kliping tadi, tapi kali ini klipingnya bertema ” sejarah ”
pintarnya dalam tema sejarah ini, adalah seorang dituntut untuk berpikir seterbuka, sekreatif mungkin. apa sejarah? ya cari saja sendiri, ulas saja sendiri menurut versimu, mau tentang sejarah pakaian kek, sejarah sepatu kek, sejarah negara tertentu, sejarah apa saja, s e j a r a h, diulas apa itu S, apa itu E, J, A, R, A, H, terserah…
Kami terbiasa berpikiran tertutup, karena memang seperti inilah kami dilatih sewaktu muda, seperti dalam who want to be a milioner, jawaban suatu pertanyaan hanya ada satu diantara 4 pilihan berganda, bila salah jawab yang salah
tapi yang paling baik adalah cara berpikir versi family feud, mungkin banyak yang masih ingat kuis apa ini, contoh yang gampang yaitu ketika ada kata “mentari” apa sih yang terlintas di kepala kita? sekreatif mungkinlah kalian berpikir, mentari mungkin saja silau, terang, di langit, salah satu nomor GSM, bunga matahari, nama cewek di kelas, dan masih beragam lagi definisi mentari yang bisa diulas
Demikian juga dengan kliping mengenai sejarah tersebut, seorang diberi kebebasan untuk mengulas apa saja secara pribadi, secara sejarawan, tapi ada satu esensi dari kliping itu semua
Kliping anak anak tersebut akan mengulas suatu “proses”, ya inilah inti dari sejarah yang kumaksud, manusia, masyrakat, negara, dunia, langit, alam semesta mempunyai sejarahnya masing masing, punya prosesnya masing masing
Konkritnya, setiap manusia pernah mempunyai “sejarah” balita, pas masa SD, pas masa SMP, SMA, Kuliah, kerja
Demikian juga negara, contohnya Indonesia, pernah mengalami “proses” dijajah Belanda, dijajah Inggris, dijajah Jepang, lalu Indonesia berproses untuk bersatu karena satu nasib, lalu pada akhirnya memerdekakan dirinya dari tangan penjajah dan bla bla sampai akhirnya Indonesia berproses dalam demokrasi dan reformasi
Ya benar sekali jadinya moto diatas. bahwa, negara yang tidak menghargai sejarah bangsanya, pasti akan mengulangi kesalahan berulang ulang dalam perkembangan bangsanya, keledai saja tidak masuk lubang 2x, kalau kita tidak pernah belajar dari sejarah, tidak belajar dari proses pendewasaan, kita akan selamanya menjadi anak kecil terus.
Belajarlah dari pengalaman, belajarlah dari sejarah, karena ilmu yang paling baik adalah dari sana adanya,
Jadi ketika anda membuka buku sejarah, bagiku sejarah adalah bukan sekedar masa lalu yang lewat tanpa arti, tapi bagiku sejarah adalah sesuatu yang patut diukir dalam hati, digores dalam loh hati kita, sesuatu yang buruk , pastilah kita bisa melewatinya dengan suatu pembelajaran dari pengalaman dan terus bangkit kedepannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s