Sejarah bukan masa lalu

Those who do not learn from history are doomed to repeat it (Geogre Santayana, Spanish Philosopher)

Apa yang terlintas di pikiran kita ketika mendengar kata sejarah? Ada pepatah mengatakan bahwa “Bangsa yang tidak menghargai sejarah bangsanya, akan mengulangi kesalahan yang sama berulang ulang dalam kehidupannya”. Pepatah yang mungkin cocok di telinga, tapi apa mudah untuk dimengerti oleh kebanyakan orang.

history

Istri saya pernah bertanya, apakah saya pernah disuruh membuat kliping waktu sekolah?. Ya, saya menjawab dengan spontan, saya ingat masa itu, masa dimana guru-guru kami memaksakan kehendaknya untuk membuat kliping sesuai tema yang belum tentu kami minati, tapi sekarang berbeda, ketika usia beranjak tua, saya sendiri malah keranjingan membuat kliping pribadi. Setiap artikel koran atau majalah yang menurut saya bagus, pasti saya menguntingnya dan menyimpannya..ya, saya suka karena ketika membuat kliping, kliping tersebut sesuai dengan minat dalam diri saya sendiri.

Tiba tiba saya bertanya dalam hati. Pernahkah guru kita pernah membebaskan kita untuk membuat kliping mengenai apa saja? Kliping apapun yang menjadi minat sang anak didik? Pernah? Tidak pernah mungkin jawabannya..

Andaikata saya menjadi seorang guru, saya akan membebaskan anak didik untuk membuat kliping apapun, tanpa keterpaksaan sedikitpun. Dan untuk memacu minat anak didik, saya akan memberikan reward untuk 10 anak yang lebih dahulu mengumpulkan kliping tersebut. Setelah itu saya akan tersenyum sendiri melihat keragaman kliping anak-anak yang tanpa judul tersebut. Saya tertarik sekali dengan minat apa sih yang dimiliki oleh anak anak sewaktu kecil. Permainan? Ya silahkan aja, asalkan dia mampu mengulas hal tersebut dengan fasih, bola? fashion? sepatu? terserah, yang penting anak didik kita berusaha menggali sesuatu berdasarkan minat, bukan berdasarkan keterpaksaan. Tidak perduli berapa tebal halaman yang ingin dibuat, tidak masalah bagi saya.

Nah kali ini berhubungan dengan sejarah, kalau saja saya menjadi guru sejarah (makin berhayal), apa yang dapat membuat seorang berniat belajar sejarah? bahkan istri saya sendiri berkata “Untuk apa belajar sejarah, apa yang sudah berlalu biarkanlah berlalu” atau ada anggapan yang mengatakan untuk apa belajar sejarah, toh sejarah yang tercantum dalam buku teks belum tentu benar (mungkin saja dimanipulasi krn politik)..hem, ya bolehlah masing masing orang berpendapat seperti itu

Nah, kembali ke topik, ketika kelas sejarah dibuka, saya akan memperkenalkan apa itu sejarah dengan mengajak kelas menelisik sendiri apa itu sejarah, caranya ya dari kliping tadi, tapi kali ini klipingnya bertema ” Sejarah ” Pintarnya dalam tema sejarah ini, adalah seorang dituntut untuk berpikir seterbuka, sekreatif mungkin. Apa sejarah? ya cari saja sendiri. Ulas saja sendiri menurut versimu, mau tentang sejarah pakaian kek, sejarah sepatu kek, sejarah negara tertentu, sejarah apa saja, s e j a r a h, diulas apa itu S, apa itu E, J, A, R, A, H, terserah…

Kita terbiasa berpikiran tertutup, karena memang seperti itulah kita dilatih sewaktu muda, seperti dalam kuis Who Want to be a Milioner. Jawaban suatu pertanyaan hanya ada satu diantara 4 pilihan berganda, bila salah jawab yang salah…Tapi sebenarnya menurut saya cara berpikir terbaik adalah versi kuis Family 100. Mungkin banyak yang masih ingat kuis apa ini, contoh yang gampang yaitu ketika ada kata “Mentari” apa sih yang terlintas di kepala kita? sekreatif mungkinlah kalian berpikir, mentari mungkin saja silau, terang, di langit, salah satu nomor GSM, bunga matahari, nama cewek di kelas, dan masih beragam lagi definisi mentari yang bisa diulas.

Demikian juga dengan kliping mengenai sejarah tersebut, seorang diberi kebebasan untuk mengulas apa saja secara pribadi, secara sejarawan, tapi ada satu esensi dari kliping itu semua. Kliping anak anak tersebut akan mengulas suatu “proses”, ya inilah inti dari sejarah yang kumaksud, manusia, masyarakat, negara, dunia, langit, alam semesta mempunyai sejarahnya masing masing, punya prosesnya masing masing. Konkritnya, setiap manusia pernah mempunyai “sejarah” balita, pas masa SD, pas masa SMP, SMA, Kuliah, kerja dan seterusnya. Demikian juga negara, contohnya Indonesia, pernah mengalami “proses” dijajah Belanda, dijajah Inggris, dijajah Jepang, lalu Indonesia berproses untuk bersatu karena satu nasib, lalu pada akhirnya memerdekakan dirinya dari tangan penjajah dan bla bla sampai akhirnya Indonesia berproses dalam demokrasi dan reformasi.

Jadi ya benar sekali jadinya pepatah diatas. bahwa, negara yang tidak menghargai sejarah bangsanya, pasti akan mengulangi kesalahan berulang ulang dalam perkembangan bangsanya, keledai saja tidak masuk lubang 2x, kalau kita tidak pernah belajar dari sejarah, tidak belajar dari proses pendewasaan, kita akan selamanya menjadi anak kecil terus.

Belajarlah dari pengalaman, belajarlah dari sejarah, karena ilmu yang paling baik adalah dari sana adanya. Jadi ketika anda membuka buku sejarah, bagi saya sejarah adalah bukan sekedar masa lalu yang lewat tanpa arti, tapi bagi saya sejarah adalah sesuatu yang patut diukir dalam hati, digores dalam loh hati kita, sesuatu yang buruk , pastilah kita bisa melewatinya dengan suatu pembelajaran dari pengalaman dan terus bangkit kedepannya

Drakeiron si pecinta sejarah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s