Info Pentagamavunon-0

Kurkumin adalah zat warna kuning yang terkandung dalam Curcuma xanthorrhiza. Curcuma xanthorrhiza termasuk suku Zingiberaceae

Kurkumin dan Pentagamavunon-0

Kurkumin adalah zat warna kuning yang terkandung dalam Curcuma xanthorrhiza. Curcuma xanthorrhiza termasuk suku Zingiberaceae dan dikenal beberapa nama daerah Sumatera: temulawak (Melayu); Jawa: koneng gede (Sunda), temulawak (Jawa), temo labak (Madura). (Sjamsuhidajat dkk, 1991; Hembing, 2007) Temulawak merupakan tanaman yang tumbuh berumpun, berbatang basah yang merupakan batang semu yang terdiri atas gabungan beberapa pangkal daun yang terpadu. Tinggi tumbuhan ini sekitar 2 m. Daun berbentuk memanjang sampai lanset, panjang daun 50-55 cm dan lebarnya sekitar 15 cm, warna daun hijau tua dengan garis cokelat keunguan. (Hembing, 2007)
Temulawak berbau aromatik, pahit, agak pedas. Berkhasiat sebagai peluruh haid (emenagogum), perangsang keluarnya asi (laktagoga), peluruh kemih (diuretik), antiradang (antiinflamasi), menurunkan panas (antipiretik), menghilangkan rasa sakit (analgetik), penurun kolesterol, pelindung terhadap hati (hepatoprotektor), antihepatotoksis, memperlancar pengeluaran empedu (kolagogum), antibakteri, sebagai tonikum (Hembing, 2007)
 Kurkumin yang merupakan fraksi dari kurkuminoid mengandung banyak khasiat. Kurkumin dan turunannya merupakan zat aktif yang mempunyai aktivitas biologis berspektrum luas sebagai antioksidan serta mempunyai efek sebagai hipolipidemik (Hembing, 2007).
Aktivitas positif lain dari kurkumin yaitu membantu menurunkan kadar SGOT dan SGPT terhadap fungsi hati, mempunyai efek sebagai antiperadangan dan antibakteri (Hembing, 2007)
Kurkumin juga telah dibuktikan mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara T47D dan MCF7 dikaitkan dengan sifat antiestrogeniknya (Verma dkk, 1998). Hal ini diperkuat dengan penelitian Shao dkk, 2002 yang membuktikan kemampuan kurkumin menghambat pertumbuhan sel kanker payudara MCF7 terinduksi estrogen (Meiyanto dkk, 2006)
Selain itu, kurkumin juga dapat menghambat regulasi daur sel melalui penurunan level ekspansi cyclin D1 yang berakibat pada penghambatan fosforilasi pRb, melalui pembentukan kompleks dengan Cdk4 (Mukhopadhyay dkk, 2001; Aggarwal, 2003). Penghambatan fosforilasi pRb berakibat terhentinya daur sel karena E2F tidak terlepas dari ikatan dengan pRb, sehingga sel tidak mampu mentranskrip gen gen yang diperlukan pada proses daur sel maupun proliferasi sel (Foster dkk, 2001; King, 2000; Meiyanto dkk, 2006)
Kurkumin juga menyebabkan penurunan ekspresi cyclin D1 dikaitkan pula dengan kemampuan penghambatan NF-kB melalui penghambatan IkB alpha (Shishodia dkk, 2003; Meiyanto dkk, 2006) 
Pengembangan penelitian yang dilakukan oleh Edy Meiyanto dari CCRC (Cancer Chemoprevention Research Centre), untuk mendapatkan struktur yang lebih stabil dengan aktivitas yang lebih baik dari kurkumin dalam menghambat pertumbuhan sel kanker payudara (sel T47D). Dan didapatkan modifikasi kurkumin, yang salah satu analognya adalah hasil penelitan ini, yaitu Pentagamavunon-0 atau 2,5-bis (4’-hydroxy-3’-methoxy-benzylidene)-cyclopentanon (PGV-0) dengan menggunakan uji sitotoksisitas dengan metode MTT. (Meiyanto dkk, 2006)
Penelitian tersebut mengunakan bahan bahan sebagai berikut : PGV-0 dan kurkumin hasil sintesis telah dielusidasi strukturnya oleh Supardjan dkk, (1997) dan Da’i (2003). Kemurnian dari komponen ini ditentukan dengan HPLC method dengan mengunakan metanol dan air (70:30). Elusidasi struktur dilakukan dengan mengunakan LC-MS, 1H-NMR dan 13CNMR, dan spektrum direkam pada frequensi 400 MHZ Jeol (Da’i, 2003). Cell line T47D diperoleh oleh Prof. Tatsuo Takeya, Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang. Sel ditumbuhkan dalam medium RPMI 1640 (GIBCO BRL) mengandung growth factor 10% dan 20% FBS (Fetal Bovine Serum)(Sigma Chem.CO.St.Louis.USA) (Meiyanto dkk, 2006)
Cara kerja penelitian meliputi : uji sitotoksisitas metode MTT. Suspensi sel dalam medium RPMI 1640 sebanyak 100 ul dimasukan ke dalam plate 96 sumuran (per sumuran berisi 1,5×104 sel) dan diinkubasi selama 24 jam pada inkubator CO2 5% (Nuaire TM IT autoflow). Sample ditambahkan dengan ke dalam plate variasi kadar: 100; 50; 25; 10; 5; 2,5 dam 1uM. Selanjutnya plate diinkubasi selama 24 jam

pada inkubator CO2 5% suhu 37oC. Pada akhir inkubasi, medium pada masing masing sumuran dibuang dan dicuci dengan PBS, kemudian ditambahkan 100 uL medium baru dan 15 uL MTT 0,5% dalam PBS. Plate diinkubasi 4 jam pada inkubator CO2 suhu 37oC. Sel hidup akan bereaksi dengan MTT membentuk warna ungu formazan. Formazan tidak larut dalam fase air, dilarutkan dengan SDS 10% dalam HCL 0,1N (E-Merck) dan diinkubasi semalam pada suhu kamar. Serapan dibaca pada Elisa reader (SLT 240 ATC) dengan panjang gelombang 550 nm. Data serapan dikonversi menjadi data % kematian sel (Meiyanto dkk, 2006).
% kematian sel : (abs kontrol – abs perlakukan) X 100%
                              (abs kontrol – abs medium)

Uji pengamatan kinetika proliferasi sel, metode dikerjakan dengan cara yang sama pada uji sitotoksisitas dengan konsentrasi perlakuan 5, 10 dan 20 um yang diamati pada jam ke-6, 12, 24, 48 dan 72 (Meiyanto dkk, 2006).
Uji inkorporasi BrdU, Sel ditumbuhkan pada coverslips dan dianalisa dengan BrdU incorporation assay kit (Amersham-Pharmingen-Biotech RPN-202). Sel ditambahkan bromodeoxyuridine (BrdU) selama 30 menit sebelum dipanen pada waktu yang telah ditentukan (setiap 3 jam) dengan konsentrasi 100 uM. Setelah dipanen, kemudian difiksasi dengan buffer glisin (50 mM, pH 2,0 mengandung etanol 70%) dan dicat dengan anti BrdU dan FITC (flourescein isothiocyanate conjugated anti mouse IgG antibody). Sel yang positif mengandung BrdU dihitung di bawah mikroskop confocal (LSM410, Carl Ziss) dibandingkan antara sel kontrol dan sel dengan perlakukan setiap 300 sel (Meiyanto dkk, 2001)
Berdasarkan uji sitotoksisitas dan pengamatan profil pertumbuhan sel membuktikan bahwa potensi sitotoksis dan penghambatan terhadap proliferasi sel kanker payudara T47D senyawa PGV-0 lebih baik dibanding kurkumin.  Pentagamavunon-0 (PGV-0) dan kurkumin mempunyai ciri ciri senyawa sebagai penghambat CDK pada umumnya yaitu : (1) Berat Molekul (BM) kurang dari 600 (BM PGV-0 350 dan BM kurkumin 368), (2) memiliki struktur datar, (3) hidrofobik heterosiklik (4) berinteraksi dengan kinase melalui ikatan hidrofobik (Knockaert dkk, 2002). PGV-0 memiliki struktur lebih datar dibanding kurkumin (Tim Molnas Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, 2001). Sehingga PGV-0 memiliki aktivitas lebih baik dibanding kurkumin dalam penghambatan pertumbuhan sel kanker. (Meiyanto dkk, 2006)
Penghambatan daur sel ini dapat juga disebabkan kemampuan senyawa kurkumin dan PGV-0 untuk meningkatkan ekspresi protein CIP/KIP yaitu p21 waf1 dan p27 kip (Kim dkk, 2003; Ramachandran and You,1999). Protein p21 dan p27 akan membentuk ikatan komplek dengan cyclinD dan cyclind dependent kinase 4/6 (Cdk), sehingga akan menghambat posporilasi pRb (protein retinoblastoma). Hal ini mengakibatkan E2F inaktif, hal ini berakibat pada terhentinya daur sel (Foster dkk, 2001; King, 2000; Meiyanto dkk, 2006)
PGV-0 juga mempunyai daya hambat pertumbuhan dengan cara menghambat program cell cycle progression menuju cell cycle arrest atau cell cycle delay  dan  dapat menghambat NF-kB sehingga memacu kematian sel melalui apoptosis (Chen and Huang, 1998; Ramachandran and You, 1999, Verma dkk, 1998; Mukhopadhyay dkk, 2001). Analisis inkoorporasi BrdU membuktikan bahwa PGV-0 mampu menghambat sel memasuki fase S lebih kuat daripada kurkumin. Hambatan tersebut dapat terjadi pada fase G1 (diatur oleh CDK4,6 dan Cyclin D) ataupun pada fase S (diatur oleh CDK 2,4,6 dan Cyclin E) (King, 2000; Meiyanto dkk, 2006).
Dari semua hal diatas, dapat disimpulkan bahwa PGV-0 memiliki potensi penghambatan pertumbuhan terhadap sel kanker payudara T47D lebih baik dari kurkumin (Meiyanto dkk, 2006).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s