Info menopause

Mengalami menopause adalah suatu karunia. Keadaan ini merupakan proses penuaan yang sangat alamiah dan normal pada setiap wanita.

Menopause bukanlah masalah medis dan bukan suatu penyakit ataupun kelainan. Menopause terjadi pada akhir siklus menstruasi yang terakhir tetapi kepastiannya baru diperoleh jika seorang wanita sudah tidak mengalami siklus haidnya selama minimal 12 bulan. Hal ini disebabkan karena pembentukan hormon estrogen dan progesteron dari ovarium wanita berkurang, ovarium berhenti “melepaskan” sel telur sehingga aktivitas menstruasi berkurang dan akhirnya berhenti sama sekali.

Secara normal wanita mengalami menopause pada usia antara sekitar akhir 40-an dan awal 50-an dan akan mengalami perubahan-perubahan di dalam organ tubuhnya seiring dengan bertambahnya usia. Dengan bertambahnya usia, ovarium menjadi kurang tanggap terhadap rangsangan oleh LH (Luteinizing hormone) dan FSH (Follice stimulating hormone) yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis anterior. Akibatnya ovarium melepaskan lebih sedikit estrogen dan progesteron dan pada akhirnya proses ovulasi berhenti.

Beberapa keluhan fisik yang merupakan tanda dan gejala dari menopause yaitu ketidakteraturan siklus haid, hot flush, kekeringan vagina, perubahan kulit, keringat di malam hari, kerapuhan tulang, obesitas dan lain sebagainya.

Aspek psikologis yang terjadi pada wanita menopause amat berperan penting dalam kehidupan sosialnya. Berbicara tentang aspek psikologis dalam pendekatan elektik holistik sebenarnya tidak dapat dipisahkan antara aspek organ-biologis, psikologis, sosial, budaya dan spiritual dalam kehidupan. Gejala dan tanda psikologis dari menopause adalah ingatan menurun, kecemasan, mudah tersinggung, stress dan depresi.(1)

 

 

Bab II

ISI

 

2.1 Definisi

Dalam istilah awam menopause adalah “tidak haid lagi” / “mati haid”, beberapa kepustakaan menjelaskan sebagai haid terakhir, atau saat terjadinya haid terakhir tetapi agar konsisten dan mencegah kebingungan mengenai terminologi menopause, WHO menerbitkan beberapa definisi penting, Menurut WHO :

Menopause alamiah didefinisikan sebagai berhentinya menstruasi, yang disebabkan oleh hilangnya aktivitas folikel ovarium. Menopause alamiah terjadi pada akhir periode menstruasi dan sekurang kurangnya selama 12 bulan mengalami amenorea, dan bukan disebabkan oleh hal yang patologis.

Perimenopause adalah masa sekitar menopause, sejak awal menopause dimana tanda klinik dari menopause mulai tampak sampai tahun pertama setelah menopause terjadi. Dahulu digunakan istilah klimakterium untuk menjabarkan perimenopause tetapi untuk mencegah kerancuan istilah maka klimakterium tidak dipakai lagi.

Premenopause adalah seluruh periode reproduktif sebelum menopause terjadi.

Menopause induksi adalah berhentinya menstruasi yang disebabkan oleh karena tindakan pengangkatan kedua ovarium dengan atau tanpa histerektomi, atau dengan obat obatan yang menghentikan fungsi dari kedua ovarium (contohnya kemoterapi dan radiasi)

Paska menopause adalah periode sejak menopause terjadi baik secara alamiah ataupun induksi.

 

 

 

 

 

 

2.2 Patofisiologi

Usia rata rata menopause yaitu 51 tahun telah terbukti konstan selama lebih dari satu abad, tidak terpengaruh oleh peningkatan gizi ataupun reduksi penyakit. Walaupun demikian beberapa agen kemoterapi, radiasi, merokok dan histerektomi bisa menjadi kontribusi lebih awalnya menopause. Banyak wanita muda yang setelah pengangkatan kedua ovariumnya mengalami menopause sebelum usia 40 tahun.

Mengasumsikan bahwa kejadian awal menopause bermula sekitar usia 40 tahun, dimana ovarium mulai menjadi tua dan stok oosit mulai mengalami deplesi, folikel-folikel ovarium mulai mengalami resistensi terhadap hormon hormon stimulasi dari kelenjar pituitari seperti FSH dan LH. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan sekresi estrogen dan progesteron, yang berdampak langsung pada gangguan siklus haid, seperti ketidak teraturan siklus haid, dan seringnya terjadi ovulasi yang anovulatoar.

Mengingat bahwa reseptor estrogen banyak dijumpai diseluruh organ tubuh wanita, efek yang multikomplek dapat terjadi akibat menopause. Reseptor estrogen bisa dijumpai di traktus urogenital, payudara, tulang, kulit dan jaringan ikat, kardiovaskuler, hepar dan pusat syaraf. (2)

 

2.3 Manifestasi klinik

Seperti telah dijelaskan diatas, gejala-gejala dari menopause disebabkan oleh perubahan kadar estrogen dan progesteron. Karena fungsi ovarium berkurang, maka ovarium menghasilkan lebih sedikit estrogen / progesteron dan tubuh memberikan reaksi.
Beberapa wanita hanya mengalami sedikit gejala, sedangkan wanita yang lain mengalami berbagai gejala yang sifatnya ringan sampai berat. Hal ini adalah normal.
Berkurangnya kadar estrogen secara bertahap menyebabkan tubuh secara perlahan menyesuaikan diri terhadap perubahan hormon, tetapi pada beberapa wanita penurunan kadar estrogen ini terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan gejala-gejala yang hebat. Hal ini sering terjadi pada menopause induksi (oleh karena pengangkatan ovarium) (3)

 

 

 

Gejala-gejala yang mungkin ditemukan pada wanita menopause adalah :

(1) Adanya gangguan siklus haid seperti polymenorrhoea, olygomenorrhoea, amenorrhoea dan metrorragia.

 

(2) Gangguan vasomotor, semburan panas (hot flushes) terjadi beberapa bulan atau beberapa tahun sebelum dan sesudah berhentinya menstruasi. Hot flashes terjadi akibat peningkatan aliran darah di dalam pembuluh darah wajah, leher, dada dan punggung. Kulit menjadi merah dan hangat disertai keringat yang berlebihan (keringat terutama pada malam hari) palpitasi dan jantung berdebar debar.
Hot flashes dialami oleh sekitar 75% wanita menopause. Kebanyakan hot flashes dialami selama lebih dari 1 tahun dan 25-50% wanita mengalaminya sampai lebih dari 5 tahun.
Hot flashes berlangsung selama 30 detik sampai 5 menit.

 

(3) Gangguan psikis, seperti susah tidur (insomnia), pelupa, kurang percaya diri, cemas, libido yang menurun, sulit untuk konsentrasi, sulit mengambil keputusan, kurang bertenaga dan gampang tersinggung.

 

(4) Gejala akibat kelainan metabolik, meliputi kelainan metabolisme lemak di hati. Penurunan kadar estrogen menyebabkan meningkatnya kadar kolesterol LDL dan menurunnya kadar kolesterol HDL.

 

(5) Kardiovaskular. Dapat terjadi penyempitan pembuluh darah karena perlekatan kolesterol (efek meningkatnya kolesterol LDL). Berkurangnya kelenturan pembuluh darah karena menurunnya produksi prostasiklin pada endothel pembuluh, sehingga memungkinkan terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke. (3) Ketidak beradaan estrogen membuat produksi NO (Nitric oxide) menurun, NO itu sendiri berperan dalam vasodilatasi arterial dan pencegahan adhesi dari makrofag dan trombosit ke dinding arteri.(5)

 

(6) Tractus urogenital, Gejala yang disebabkan oleh karena atropi urogenitalis, yang sering dirasakan kering pada vagina, rasa perih, keputihan, rasa panas pada vagina, selalu ingin kencing, dispareunia dan nokturia. Hal ini terjadi karena vagina menjadi pendek menyempit, hilang elastisitas, epitelnya tipis dan mudah trauma karena kurang lubrikasi.(3)

 

(7) Gejala kelainan metabolisme mineral, mudah terjadi fraktur pada tulang, akibat tidak seimbangnya absorpsi dan resorbsi mineral terutama kalsium. Bila hal ini berlangsung lama, akan berlanjut dapat mengakibatkan osteoporosis. Osteoporosis yang terjadi secara cepat paling sering terjadi pada tahun-tahun perimenopause. Kebanyakan wanita memiliki puncak kepadatan tulang pada usia 25 – 30 tahun selanjutnya terjadi osteoporosis 0,13% per tahun. Selama tahun-tahun perimenopause laju Bone loss sekitar 3% pertahun. (4)

 

2.4 Diagnosa menopause

Berhentinya menstruasi karena usia ataupun bilateral oophorectomy, mengalami amenorea selama 12 bulan berturut turut ( 1 tahun) dan telah disingkirkan hal hal patologis yang mungkin menjadi penyebabnya.
Peningkatan FSH dan LH dalam darah, kadar FSH lebih besar dari 20 IU/l

Manifestasi klinik menopause seperti keringat malam hari dan hot flushes, penurunan daya lubrikasi vagina (vagina menjadi kering) (5)

 

2.5 Penatalaksanaan menopause

Edukasi dan dukungan dari pemberi pelayanan kesehatan, edukasi meliputi pengertian menopause itu apa, menjelaskan bahwa proses tersebut adalah proses yang alamiah terjadi, apa saja gejala gejala yang mungkin timbul pada masa perimenopause serta bagaimana cara mengatasinya (baik secara medikal maupun pendekatan alternatif).

 

 

 

2.5.1 Diet yang sehat

Minumlah susu non fat – low fat , jus jeruk, sayur hijau, makan sarden kaleng yang banyak mengandung kalsium. (5) Hindari faktor faktor yang dapat memicu rasa panas seperti makanan berbumbu banyak, makanan yang pedas dan panas, makanan berlemak, alkohol dan kafein juga dapat memicu hot flush. (1)

 

2.5.2 Gaya hidup yang sehat

1. Berhenti merokok

Berhenti merokok dan bangun komunitas konseling mengenai bagaimana caranya berhenti merokok, seiring bertambahnya usia, gaya hidup yang tidak sehat ini akan meningkatkan gejala sakit di hari tua (2) Penelitian membuktikan bahwa merokok dapat mempercepat menopause untuk terjadi, dan meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular lebih besar (5)

 

2. Banyak olahraga

Latihan aerobik secara reguler dan latihan pernafasan dalam secara periodik bisa mengurangi keluhan hot flush yang seringkali menganggu (2)

Olahraga atau aktivitas fisik meningkatkan kepadatan mineral pada tulang, atau mengurangi hilangnya jaringan tulang pada wanita-wanita muda, pre-menopause dan post-menopause, sehingga latihan-latihan olahraga sangat bermanfaat untuk mencegah dan mengobati osteoporosis  (6)

 

2.5.3 Terapi sulih hormon

Sekitar 38% wanita pascamenopause menggunakan Terapi Sulih Hormon (TSH) untuk mengurangi keluhan-keluhan yang dialami dalam masa menopause. Kita ketahui bahwa produksi hormon seks utama pada wanita adalah estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini akan menurun produksinya ketika wanita memasuki masa menopause. Pemberian terapi sulih hormon dimaksudkan untuk menggantikan keberadaan kedua hormon tersebut.

 

Ada 2 jenis TSH / HRT yaitu combined hormon replacement therapy (CHRT) dan estrogen replacement therapy (ERT). Pada CHRT digunakan kombinasi progesteron dan estrogen, sedangkan ERT hanya estrogen saja, CHRT itu sendiri ada yang bersifat kontinu (C-CHRT) dan sequensial (S-CHRT)

Strategi terapi dapat dibagi menjadi strategi jangka pendek dan strategi jangka panjang. Strategi jangka pendek dilakukan untuk tujuan simptomatik, setelah gejala berkurang maka pemberian obat dikurangi secara gradual untuk mencegah rekurensi. Apabila terjadi rekurensi terapi harus dilanjutkan sampai tanda withdrawal menghilang. Perencanaan terapi dilakukan dalam 2-3 tahun, sedang terapi jangka panjang bertujuan preventif yakni mencegah osteoporosis dan penyakit kardiovaskuler. Lamanya terapi 5-10 tahun.

Pemberian terapi ini bersifat individual, mempertimbangkan berbagai kontraindikasi dan efek samping yang mungkin timbul pada pasien.

 

Terapi sulih hormon dapat diberikan dalam bentuk pil, krim, implan subdermal. Pemilihan bentuk terapi ini dapat ditentukan dengan mengetahui berbagai keuntungan dan risiko yang akan dihadapi bila wanita tersebut mengambil keputusan untuk menggunakan terapi sulih hormon.

 

Keuntungan dan kerugian TSH

 

2.5.3.1 Keuntungan TSH

Pemberian terapi sulih hormon baik kombinasi (CHRT) maupun estrogen sendiri (ERT) memiliki beberapa keuntungan sebagai berikut :

Mengurangi gejala hot flushes serta gangguan pada post menopause. Pada keadaan ini terapi sulih hormon dapat diberikan selama beberapa tahun tanpa rekurensi yang berat.

 

Mengurangi gejala-gejala pada vagina dan saluran kencing, dengan cara melindungi dari penipisan dan kekeringan vagina, memperbaiki fungsi seksual dan menurunkan rekurensi gangguan saluran kencing yang berhubungan dengan menopause.

 

Melindungi dari osteoporosis. Estrogen, bisa juga disertai progestin, harus diberikan dalam jangka panjang (lebih dari 10 tahun) untuk mendapatkan perlindungan terhadap bone loss, serta mengurangi resiko fraktur panggul dan vertebra sampai dengan 50%. Setelah dihentikan, efek pada tulang akan menurun. Estrogen akan berikatan dengan reseptor estrogen pada osteoblast yang secara langsung memodulasi aktivitas osteoblastik dan secara tidak langsung mengatur pembentukan osteoklast yang bertujuan menghambat resorpsi tulang

 

Menurunkan resiko penyakit jantung. Pada pengguna estrogen jangka panjang keadaan ini bisa mencapai 30-50%. Estradiol akan berfungsi pada struktur pembuluh darah (yaitu pada fungsi sel-sel pembuluh darah, tonus pembuluh darah dan kemampuan remodelingnya) secara bermakna sehingga mekanisme ini akan mencegah berkembangnya penyakit kardiovaskuler pada wanita. Estradiol akan memperbaiki profil lemak, menjadi anti oksidan  dan memicu pembentukan NO (nitric oxic).

 

Kemungkinan memiliki efek perlindungan terhadap penurunan fungsi kognitif, dimana pada penggunaan jangka panjang dikatakan dapat menurunkan kejadian penyakit Alzheimer sampai dengan 40 %.

 

Kemungkinan memiliki efek perlindungan terhadap kejadian karsinoma colon, masih terjadi pertentangan adalah bahwa HRT akan menurunkan risiko kanker kolon pada wanita menjelang menopause. Kanker kolon sering terjadi pada wanita dan insidensinya meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Lebih dari 20 studi epidemiologis memperlihatkan bahwa wanita yang menggunakan HRT angka insidensi kanker kolon lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak menggunakan HRT. Mekanisme kerja yang jelas dari estrogen yang dapat menurunkan insidensi kanker kolon belum diketahui. Kemungkinan mekanismenya dihubungkan dengan efek estrogen dalam metabolisme usus atau efek supresi terhadap reseptor sel tumor. 

 

Kemungkinan pelindungan terhadap gigi keropos, sebagaimana kemampuannya memberikan perlindungan terhadap bone loss.

 

2.5.3.2 Kerugian TSH

Selain keuntungan yang cukup banyak, pemberian terapi sulih hormon juga memberikan risiko dan menimbulkan efek samping sebagai berikut :

Meningkatkan kejadian karsinoma endometri, yaitu pada pemberian terapi sulih hormon dengan estrogen saja (ERT). Pemberian progestin bersama estrogen akan menghambat hal ini. Pada wanita yang telah mengalami histerektomi maka estrogen dapat diberikan sendiri karena tidak ada lagi risiko karsinoma endometrii.

 

Problem yang berhubungan dengan pembekuan darah. Estrogen akan menimbulkan perubahan mekanisme pembekuan darah sehingga darah menjadi lebih mudah beku/mengental, meningkatkan proliferasi endotelial , menurunkan venous blood flow serta menurunkan antikoagulan faktor seperti antitrombin III

 

Meningkatkan risiko karsinoma mammae, terutama pada penggunaan terapi sulih hormon yang lamanya lebih dari 5 tahun. Tetapi walaupun demikian dibutuhkan penelitian yang lebih lanjut untuk membuktikan hubungan antara HRT dan kanker payudara. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan HRT tidak mempengaruhi risiko kanker payudara, tetapi ada beberapa penelitian HRT lain justru mengatakan HRT meningkatkan risiko kanker payudara.

 

Timbulnya perdarahan pervaginam (intermitten spotting/menstrual-like bleeding) serta gejala premenstrual biasanya dapat diatasi dengan pemberian modifikasi dosis maupun jenis estrogen atau progestin (CHRT).

 

Kenaikan berat badan, sekarang telah diketahui bahwa hal ini tidak memiliki hubungan dengan pemberian terapi sulih hormon. Peningkatan berat badan disebabkan oleh penurunan aktivitas dimasa menopause, penurunan metabolisme serta adanya penyakit kronis. Selain itu peningkatan berat badan selama pengunaan HRT dihubungkan dengan pola makanan tinggi kalori. Secara umum wanita menopause kurang berolahraga dan banyak yang mengalami depresi. Untuk mengurangi depresi mereka mencoba dengan banyak makan.

 

2.5.3.3 Kontraindikasi  TSH

kelainan pembuluh darah (infark miokard, kardiovaskuler, hipertensi, migren, cerebrovaskuler), kelainan pembuluh darah dan koagulasi (varises, trombosis vena dan emboli, riwayat emboli akut, trombosis cerebrovaskuler akut), kelainan metabolik (metabolik lemak bukan herediter, diabetes melitus, obesitas), kelainan hati (tumor hati akut, batu empedu, gangguan fungsi hati), kelainan ginekologi (mioma uteri, endometriosis, herpes genetalis, hiperplasia endometrium) dan lain-lain seperti epilepsi, melanoma prolaktinoma

 

2.5.3.4 Regimen TSH

Regimen yang tersedia meliputi :

Regimen estrogen perhari

Oral

Conjugated equine estrogen      0,625 mg

Conjugated estrone sulfat          0,625 mg

17-b-estradiol                          1,0 mg

 

Parenteral

Transdermal estradiol                0,05-0,10 mg patch, 2x seminggu

Vagina conjugated estrogen      0,2-0,625 mg, 2-7x seminggu

 

Regimen progesteron perhari

Oral                                         siklik                kontinue

Medroksi progesteron asetat     5-10 mg           2,5 mg

Megesterol                               20 mg

Micronized progesterone          200-400mg      100 mg

Norethindrone                          0,35-0,70mg    0,35 mg

 

Transdermal

Norethindrone asetat                0,25 mg           

siklik per 12 harian

 

Cara pengunaan

Untuk mengatasi gejala vasomotor, bisa digunakan salah satu dibawah ini

Conjugated equine estrogen      0,625 mg

Conjugated estrone sulfat          0,625 mg

17-b-estradiol                          1,0 mg

Transdermal estradiol                0,05-0,10 mg patch, 2x seminggu

 

Untuk vaginal atrofi

Conjugated estrogen vaginal cream 0,3 mg, dipakai 7-10 hari pertama tiap malam, setelahnya seminggu dua kali aja cukup

Testosteron propionate 1-2%, 0,5-1g, cream juga bisa dipakai bila estrogen dikontraindikasikan

Lubrikan yang water soluble juga bisa digunakan untuk coitus

 

HRT pada kondisi khusus (pada ooforektomi)

Conjugated estrogen 1,25 mg

Estrone sulfat 1,25 mg

Estradiol 2 mg

Diberikan selama 25 hari dalam 1 bulan

Setelah usia 45-50 th, dosis boleh ditapering off menjadi 0,625 mg (5)

 

2.5.4 Fitoestrogen

Pada beberapa tanaman ada juga yang dapat menghasilkan sejenis estrogen, seperti misalnya, Subterranian Clover yang mengandung genistein suatu flavon yang bersifat estrogenik. Tumbuhan Ladinoclover sp. mengandung kumestrol yang 30 kali lebih aktif dari genistein

Fitoestrogen yang terkandung dalam tumbuh-tumbuhan memiliki efek estrogenik dan antiestrogenik, terdiri dari 3 komponen utama: isoflavon, lignan dan coumestan. Beberapa studi menunjukkan fitoestrogen memiliki manfaat berkaitan dengan penyakit kardiovaskuler, osteoporosis dan gejala-gejala menopause. Manfaat ini tampak pada populasi yang mengkonsumsi makanan berbasis tumbuh-tumbuhan khususnya kedelai dan olahannya. Fitoestrogen menurunkan gejala hot flushes, menurunkan kadar lipid darah, meningkatkan densitas mineral tulang, mencegah pertumbuhan dan perkembangan sel kanker, dan berefek pada sel-sel kelenjar dan endometrium.(4)

 

2.5.5 Suplementasi vitamin

Suplemen Kalsium maupun vitamin D bisa mengurangi tetapi tidak mencegah terjadinya pengeroposan tulang paska menopause. Kalsium yang dianjurkan 800 mg perharinya, sedangkan vitamin D 400 IU perhari (5), Sedangkan vitamin E telah terbukti bermanfaat sebagai antioksidan yang baik bagi sistem kardiovaskular, suplementasi vitamin E 100 – 800 IU per hari telah terbukti menurunkan penyakit jantung koroner dan MCI berulang, tetapi bila kurang dari 100 IU, vitamin E tidak memperlihatkan efek yang bermakna, Vitamin E sering digunakan untuk mengatasi hot flush dan kekeringan vagina walaupun belum ada penelitian yang mendukungnya (2)

 

 

 

2.5.6 Medikasi herbal

Medikasi herbal lebih cocok disebut sebagai suplemen dibandingkan sebagai obat. Konsumen kadang menganggap herbal lebih aman walaupun banyak diantaranya yang mengandung bahan aktif yang belum tentu baik oleh kesehatan, contoh herbal yang sering dipakai di Indonesia adalah ginseng dan ginkgo biloba (120-160 mg), digunakan untuk mengurangi gejala menopause seperti salah satunya memory loss (2)

One thought on “Info menopause

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s