Konsep ketidak melekatan (Buah pemikiran)

Konsep ketidak melekatan

Saat ini posisi dia mengharapkan ketidak melekatan kepada siapapun


Kemelekatan hanyalah membuat SAKIT ketika kehilangan
Semakin melekat seseorang, semakin sulit untuk menerima bila suatu saat barang / orang yang dimelekatkannya tersebut hilang
Semakin tidak melekat, seseorang akan semakin terproteksi dari rasa sakit
Dia saat ini menjadi korban traumatis dari rasa sakit sebelum sebelumnya
Dia tidak mau terpuruk seperti sebelumnya
Sehingga dia membentengi tubuhnya dengan prinsip ekstrim atas bahagia
Kerealitasan hidup yang dipenuhi dengan sedih, senang, air mata, tawa, dia tutup serapat rapatnya, hatinya dibekukan atas rasa tersebut
Yang ada hanyalah pengharapan sakramentalis atas hidup bahagia sempurna tanpa cacat

Ini adalah prinsip Budha dalam hal being happy
Menghindari bentuk kemelekatan seperti kata ”milik” ”punyaku” ”pacarku”
Semua tersebut harus dirubah menjadi konsep ”pinjaman universa”
Orang atau benda yang kita miliki hanyalah pinjaman sementara dari cosmos
Suatu saat cosmos dengan mudahnya mencabut, menganti, menghilangkan…dan kita harus siap dan maklum
Tidak semua orang mengerti filsafat dan prinsip tegas ini, semua kadang sulit mengerti, hidup seperti ini hanyalah seperti mesin senang, aq pernah merasakan hal yang sama atas namanya mesin senang, pokoknya kalau senang, mood pasti positif dan kita jadi produktif, ya produktif semaksimal mungkin
Tapi ada saatnya mesin senang ini tidak dikenali oleh orang lain, orang merasa realitas tidak pernah ada yang senang terus, tidak ada yang diatas terus, roda berputar, kadang diatas kadang dibawah, kadang senang dan tidak lengkap tanpa sedih, kadang tawa, kadang juga menangis

Dia menjadi sosok yin tanpa yang, semakin dia menjalani kehidupan mesin senang, hidupnya akan haus terus, dia mungkin tidak pernah tahu dia haus akan apa, ya..dia akan selamanya haus akan kebahagiaan, dan in the end : HIDUPNYA tidak pernah bahagia !
Realitaslah…dunia yin tanpa yang tidaklah ada, semakin kita bisa menerima hidup sebagai sesuatu kombinasi hitam dan putih, komplexitas kebaikan dan keburukan, semakin cepat pula kita melepas dahaga atas happiness hunger

Semakin kita sadar dunia ini seimbang, semakin hilang pula keinginan mengejar kebahagiaan mutlak, ya saya tahu semua orang ingin bahagia terus, tapi bukankah kadang ketidak bahagiaan, ketidak sempurnaan membuat kita lebih dewasa, membuat kita lebih bijaksana dalam mengambil keputusan, membuat kita bisa mensyukuri setiap keadaan yang menimpa kita

Antisipasi :
Ya, kadang being happy bisa dilakukan dengan konsep ketanpa melekatan, tapi TIDAK mutlak, kadang melekat dengan sesuatu menjadikan kita insan yang lengkap….
Demikian halnya dengan pasangan hidup, bukankah mereka benar adanya, bukankah mereka berdua saling melengkapi dan saling memiliki…bukankah kebahagiaan mereka terbagi bersama, seperti pula kesedihan dan kesenangan mereka hadapi bersama. dan menjadikan mereka pasangan yang satu nasib dan sepenanggungan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s