Miracle of life (Buah pemikiran)

MIRACLE OF LIFE
Aku selalu mengatakan bahwa setiap aku meragukanNya, pasti aku diberi kebalikannya, pembuktian nyata kebesaranNya,

mulailah bercerita dari ketika aku mencari taksi di segitiga bausasran dengan despratenya, aku mengeluh panas luar biasa, perut kosong tanpa makanan mengisi, jarak yang terbilang tidak dekat tersebut aku tempuh dengan lari lari kecil, lalu sesampainya di segitiga itu, aku tahu aku tidak bisa berharap banyak, tapi toh beberapa hari yang lalu ada taxi dari sana, tapi saat ini berbeda, aku hanya menunggu dan menunggu seperti capung di rerumputan, seperti orang bodoh berbaju hitam berjaket tebal dan berpeluh seperti mandi, menunggu bukan di trotoar bahkan, tapi hampir di tengah jalan, aku memekik memanggil2 taksi yang lewat, yang aku tahu mereka tidak menyalakan lampu taxi tanda mereka penuh, tapi aku tidak perduli, setiap taxi lewat aku memekik seperti salakan anjing marah, ah Tuhan, saat inilah detik keraguanku muncul, aku berdoa, aku bersumpah, aku meminta
Ya Tuhan, bila kamu memang maha sempurna, tolong beri hambamu ini kemudahan, sempat terlintas ide gamblang lainnya yaitu ide mencari taxi di malioboro, tapi , lihatlah waktu, saat ini jam 11.00 aku pergi ke malioboro akan setengah lari, kecapaian, kepanasan serta seperti orang tolol jauh jauh mencari taxi kesana, ah..ide aneh, aku memberi ide tersebut waktu 5 menit, berpacu dengan kepercayaan akan kebesaran Tuhan, aku beri waktu 5 menit…lalu detik demi detik berlalu, sekejab beberapa taxi lewat, tapi tetap penuh dan supirnya hanya memberi tanda jempol ke aku, tanda mereka penuh, ahh aku mulai frustasi seperti anak kecil yang tidak diberi mainan, aku mulai tidak sabar sampai akhirnya jeda 2 menit yang melelahkan, aku tidak sabar, aku kecewa, aku dalam hati berkata, Ya Tuhan kamu memang sempurna, tapi kamu tidak akan permudahku kali ini, aku percaya ini cobaan, tapi aku kesal sekali, hambamu ini merintih dan Kau tidak mendengar
Sekejab kilat aku berlari, menyusuri bausasran yang panas, yang penuh asap motor dan bising kendaraan, aku beci bising kendaraan, entah mengapa dulu aku punya earplug ataupun mp3 player,  tapi sekarang semua sudah kenangan, aku berlari melepas jaketku susah payah, terus berlari sampai akhirnya tiba di depan betesda, depan ugd TERCINTA, lalu aku berkata, Ya Tuhan masih ada 1 atau 2 kilometer lagi sampai ke malioboro, panasnya menyengat kepalaku, seakan mau pingsan aku menengok ke belakang, ah..akhirnya, taxi kuning, dengan lampu taxinya menyala, tanda belum ada penumpang, dengan kesenangan aku memanggilnya, mobil itu menepi dan…ketika aku duduk, aku menyambut dan berkata, selamat siang pak, purwanggan dulu, nanti ke airport, lalu dengan sapaan ramah tukang taxi itu menyambutku juga, menyalamku, ah serasa dahaga jiwa diberikan air kehidupan lagi, senangnya akan ramahnya jogja, yang paling mengherankan, mencengangkan adalah ketika aku melihat jam di hp ku, oh my God, betapa besarnya Kamu, Dia menepati janjiNya, janji akan mendatangkan taxi pas 11.15, batas ambang kesabaranku saat di bausasran segitiga, waktu percis menunjukan 11.15 Oh Tuhanku, aku terdiam sejenak, aku menyesal, aku meminta maaf tidak percaya padaNya
Tapi perjuangan dan keajaiban tidak sampai disana saja, aku cepat cepat membimbing supir taxi itu ke purwanggan 21, tempat kosku, sesampainya di kos, aku segera menarik koper berat ku, dalam hatiku berkata, ya Tuhan, tas ini berat sekali, apakah aku cukup, aku tidak ada uang sama sekali untuk over baggage, aku sedih memikirkannya, lalu aku membuang jauh jauh pikiran tersebut, dengan kecanggungan aku membopoh seluruh tasku, koperku dan tentengan baruku dari ibu Adam, istri Dr Adam, Dr kebanggaanku, aku melonjak ketika bertemu bapak kos, aku pamit seadanya, aku tidak pamit ke ibu kos, ah entahlah tidak berguna, mereka juga tidak ramah dan asing bagiku
Lalu aku mulai berjalan bersama waktu, supir taxi bercerita tentang kehidupannya, bertanya tentang keberangkatanku, untungnya keberangkatanku masih cukup lama, dia menghela napas, dia bericerit mengenai membawa penumpang 15 menit sampai ke bandara sampai mengabaikan lampu lalulintas, ah..sambil lau kami bercerita, menuangkan pengalaman masing masing, seakan membuang waktu tapi berhikmah diam diam aku selalu mengamati argo di taxi tersebut, argo taxi tersebut terpasang seperti argo baru di jakarta, yang mulai dengan 5000 dan naik 250 rupiah tiap beberapa meter, seperti argo kuda cepat, hati aku seperti tercekat ketika belum sampai setengah perjalanan, sudah habis 20k, aku berdoa, ya Tuhan semoga uangku selalu pas, oya aku belum sempat menulis kondisi keuanganku saat ini ya, uangku tinggal 25k untuk bandara tax, 35k untuk keperluan taxi, dan nol rupiah untuk jaga jaga, ah aku mengutuk waktu kemarin dimana aku membeli oleh oleh terlalu bersemangat, lalu supir taxi mulai bercerita mengenai bahasa jawa yang ada tiga tingkatan, dari kehalusan bahasanya , aku menyambung dengan 2 bahasa yang aku kenali (hanya ini tok) yaitu, piro dan pinten, piro kasar, pinten halusnya, dan supir taxi bercerita juga hal hal semacam bahasa jawa dan tulisan jawa yang lebih sulit dari Arab, nah nah…aku lupa telepon atau sms si ayank, sampai akhirnya Metta yang hubungi dahulu, aku minta maaf bahwa aku belum sempat mengirim kabar keberangkatanku, aku memang rencana mengabari setelah sampai di airport saja, setelah semuanya sudah aman seperti sekarang, tapi ayank cemberut, tapi untungnya bisa dinetralisir, aku akhirnya sampai di bandara berapa menit kemudian, dan oh my, ada parkir taxi segala, yang harganya 2K, aku bilang sama supir taxi bahwa aku sudah sama sekali tidak ada uang bila sampai kurang, tapi keberuntungan di pihakku sekali lagi, aku membayar 2k untuk parkir, lalu sesampai percis di depan bandara harga argo menunjukan 33k pas tanpa celah, tidak kurang atau lebih, Alhamdulilah Alhamdulihah, Tuhan maha sempurna, sekali lagi menunjukan kebesaranNya, setelah itu aku berpamitan dengan supir taxi menjabat tangan dan mengepak tas tas saya keluar dari bagasi mobil, ah..beratnya ya Tuhan, aku serasa tidak kuat sama sekali membawa tas berjubel ini, bahkan koper beroda ku sempat tidak kuat menanjak di pinggiran bandara, aku mendorongnya sekuat tenaga, sekali lagi aku mengeluh, tapi keluhanku hanya kutelan bulat bulat, aku melewati tempat pertama, ketika semua tas tas ku diperiksa dengan x ray, lalu sampailah tahap berikutnya yang tentu menegangkan, yaitu apakah tas gigantik aku ini tidak lebih dari 30 kg, ya Tuhan, aku berharap jangan ya Tuhan, aku sama sekali tidak ada uang lebih untuk biaya over baggage, lalu sesampai di tempat penimbangan, seakan mengangkat anak gendut, tas aku peluk dan angkat ke timbangan, saking beratnya aku angkat dengan dengkul dan suara berdebam terdengar renyah di timbangan, aku bertanya panik, pak apakah overweight, kata dia tidak, ah…leganya, tapi aku penasaran, berapa kg berat tas gigantik aku ini, tas yang membuat aku kawatir setengah mati sepanjang perjalanan, lalu aku melihat monitor kecil berwarna hijau, disana tertera 29.5kg oh Tuhan, kesempurnaanKu, setelah ini semua, jelas penderitaanku telah habis, tidak ada lagi yang perlu aku kawatirkan, hanya keselamatanku sesampai di Jakarta yang aku perlu doakan, lagi, Oh Tuhan, sempurna sudah hari ini, aku melewati airport tax 25k dan aku hanya tersenyum   ketika aku melihat dompetku polos tanpa uang sepeserpun, aku memujiNya lebih dari apapun, keluhanku hanya sekali, tapi Tuhan menjawab berkali kali, Tuhan Maha Penyayang, bagaimana mungkin aku dulu tidak mengakui turut campurNya dalam hidup manusia, jelas jelas seperti inilah keajaiban selalu ada, di saat kapanpun, dimanapun kamu butuh, terbersit di otakku ketika Metta kehabisan uangnya saat masih di GS, pas pulang, phay mau bawakan dia makanan, ya Tuhan, kamu selalu menjaga kami, tiada artinya kami dimataMu, tapi Kamu tetap merawatnya, terima kasih terima kasih, terima kasih, aku percaya nasibku kedepan 100% ditanganMu, mulai dari pertunangan kami kelak, pernikahan kami dan masa depanku, aku percaya Tuhan kasih yang terbaik, tiada ujian yang lebih hebat dari usaha dan kemampuan umatnya, Amin….
Menjelang kepulanganku, aku tulis ini di sebuah bangku airport
Mengucap syukur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s