Mewaspadai 3 rematik ‘unggulan’
Rematik atau penyakit radang sendi bukanlah penyakit baru. Namun, masih banyak juga orang yang belum memahami dengan benar, sehingga tidak jarang mereka jadi bingung ketika rematik datang menyerang
Menurut Dr.Riardi, SpPD-KR, rematik adalah penyakit yang menyerang sendi dan struktur atau jaringan penunjang di sekitar sendi
Rematik merupakan penyakit degeneratif yang sifatnya menahun dan menghambat aktivitas penderitanya. Yang harus diperhatikan, walaupun rematik bukan penyakit mematikan, penyakit ini dapat mengakibatkan kecacatan (morbiditas), ketidak mampuan (disabilitas), penurunan kualitas hidup serta meningkatkan beban ekonomi penderita maupun keluarganya
Banyak jenis penyakit rematik. Jumlahnya mencapai 200 macam. Namun, dari jumlah itu ada TIGA JENIS yang sangat populer alias menjadi penyakit yang mudah ditemui di masyarakat.
Ketiganya adalah :
Arthritis rematoid (AR)
Arthritis pirai (GOUT)
Osteo arthritis (OA)
Gejala rematik umum meliputi :
Nyeri sendi
Kaku sendi
Deformitas (kelainan bentuk) sendi, dan
Gangguan fungsi sendi
Nyeri sendi merupakan gejala utama pada kebanyakan penyakit rematik.
Bila nyeri tersebut semakin bertambah ketika beraktivitas, maka itulah OA. Sedangkan bila nyeri terjadi terutama pagi hari, berarti itu gejala AR
OA merupakan penyakit rematik kronis yang PALING sering dijumpai. Angka kejadiannya meningkat dengan meningkatnya umur. Tidak heran OA lebih banyak dijumpai pada para lanjut usia (dan yang obesitas).
Kelainan ini terutama menyerang SENDI yang BESAR, seperti sendi lutut dan panggul. Dalam keadaan lanjut (kronis) osteo arthritis dapat berubah menjadi kaku sendi menetap disebut osteo artrosis
Sedangkan AR, merupakan penyakit autoimun. Persendian biasanya sendi tangan dan kaki, secara simetris mengalami peradangan sehingga terjadi pembengkakan, nyeri dan acap kali menyebabkan kerusakan bagian dalam sendi. Penyebab AR belum diketahui, namun faktor generik diduga mempunyai andil
Bagaimana dengan GOUT atau asam urat? Gejalanya pertama kali sering sangat khas, yaitu menyerang ibu jari kaki (terutama) di tengah malam. Penyebab gout adalah hiperurisemia, yaitu kadar asam urat yang berlebih dalam darah. Hal ini terjadi karena sepertiga oleh asupan makanan (diet) mengandung purin, dan duasepertiganya akibat metabolisme tubuh.
Hiperurisemia terbagi dua :
Pertama, tanpa gejala tapi darah selalu berasam urat tinggi
Kedua, berlanjut dengan gejala, meliputi : timbunan kristal urat pada sendi (arthritis), timbunan kristal urat pada kulit (tofus), timbunan kristal urat pada ginjal (batu) namun bisa saja asam urat dalam darahnya normal
Penyakit gout berjalan secara kronis. Ada fase serangan dan ada fase sembuh
Selama ini pencegahan rematik dilakukan dengan menggunakan obat golongan anti inflamasi non steroid (NSAID) non spesifik. Golongan obat ini terbukti menyebabkan keluhan pada saluran cerna bagian atas. Hal ini karena ns-NSAID tidak hanya menghambat kerja enzim COX-2, yaitu enzim yang memegang kunci penyebab rasa sakit (inflamasi), tetapi juga menghambat kerja enzim COX-1 yang sebenarnya berperan melindungi lambung.
Tentu saja kehadiran NSAID spesifik diharapkan menjadi solusi
Tips mencegah kerusakan sendi :
- Sendi yang sakit diistirahatkan
- Melindungi sendi dengan alat
- Memberikan alat bantu
- Berobat dengan patuh
Reff :
Majalah kesehatan Dokter kita, Des 2006, hal 34